- 5:01 am - Wed, May 30, 2012
Berucap itu mudah, hanya berkata dan bersuara. Tanpa merasa kenikmatan, yang tak pernah kau rasa. Maka hentikanlah cakapmu, cukup bercermin. Atau kau diam dan menelan liurmu, dalam-dalam
Snowlonerz
- 4:22 am
Jangan kau gunakan keegoisanmu, untuk mempertahankan sesuatu yang sesungguhnya tak baik untuk kita. Karena cinta itu saling memahami, mengerti juga memaafkan..
Snowlonerz
- 2:58 am
Sekalipun tak berkilah, aku tetap saja salah. Lalu apa inginmu ? Membiarkan aku berlalu atau kamu yang akan menjauh..
Snowlonerz
- 2:52 am
Prasangkamu melukai hatiku, tutur katamu mengoyak keyakinanku. Akhirilah jika kau tak lagi berkenan, tentang rasa juga cintaku yang kucipta penuh ketulusan
Snowlonerz
- 2:42 am
Aksaraku bersyair hujan, rerintiknya hiasi kesunyian. Wahai kau kekasih pujaan, tak sadarkah rindu ini hanya untukmu seorang
Snowlonerz
- 2:37 am
Mengapa kau ciptakan kembali, keraguan dihati. Aku menyayangimu, tanpa syarat. Mengertikah engkau bahasa hatiku yang tersirat..
Snowlonerz
- 1:29 am
- 9 notes
Rindu itu kuharap masih jadi keretaku menuju kamu, hatimu yang tak terjangkau hujanku.
- 12:50 am
Seberapapun hebatnya aksaraku, seberapapun lihainya jemari lentikku. Semua tampak sia-sia, jika kau tak jua memahami sebuah makna yang terukir penuh rasa dalam setiap eja kata..
Snowlonerz
- 12:44 am
Aku lebih menghargai jiwa yang lapang dada, ketimbang jiwa pendiam yang penuh dendam..
Snowlonerz
- 12:35 am
Kau boleh saja mengelak, tapi cinta tetaplah cinta. Dan rindu tetaplah merindu, meski perih kerap kali menghiasi ketika kita saling merindu..
Snowlonerz